Setelah saya keliling semua Diknas Kab/Kota untuk melatih para operator Dapodik dan sebagai nara sumber Dapodik di setiap pelatihan Jardiknas (Pijar), saya menemui banyak kejadian yang rata-2 sama di setiap daerah yang ada di Indonesia yaitu :
Dana bantuan untuk pengolahan data yang masuk ke rekening Diknas setempat banyak tidak tepat sasaran, sehingga para operator tidak jarang yang mengeluhkan hal ini, mereka cuma disuruh bekerja dengan honor yg tidak sesuai dengan yg diteken.
Hal ini membuat progress pendataan kita menjadi terpengaruh, para pejabat termasuk Kadis menganggap setiap dana yg masuk ke rekening Diknas harus menjadi milik para pejabat, yang sampai ke bawah (staff operator) tidak sesuai dg juklak yg ada, bahkan ada yg langsung dibagi habis oleh para pejabatnya.
kebiasaan ini sudah berlangsung lama, untuk menjadi Kadis harus membayar tiket ke Pemda selaku pembuat keputusan penetapan para pejabat daerah, para kadis menjadi ATM yg potensial buat para pejabat Pemda.
Akankah hal ini terus berlangsung, sehingga mutu pendidikan kita terus merosot, para pejabat yg sdh terbudaya dengan perilaku Korup, dengan bangga dan tanpa rasa bersalah, pergi haji dan seakan mereka adalah pejabat yg bersih tanpa cela.
Indonesia ini butuh pemimpin yg punya rasa peduli dan rasa malu, saya pikir, pelajaran budipekerti harus kita tingkatkan lagi dan para pejabat harus layak di lakukan fit dan proper test termasuk tingkat pemahaman mereka akan ilmu agama.
Sangat disayangkan masyarakat kita juga menyanjung dan menjilat kepada para pejabat kita, para pemegang hukum juga berlaku sama, kejaksaan membuat diri mereka seakan instansi yg bersih, padahal sangat berbeda sekali dg apa yg mereka semboyankan, benar-2 rusak negeri ini.
Ada stitik harapan bagi semua anak bangsa ini, yaitu berusaha untuk tidak menyanjung para manusia fasik, berusaha agar punya harga diri sebagai anak negeri.
Saya juga temui dalam pengrekrutan para kepala sekolah, dimana mereka juga tidak melalui proses yg jelas, tergantung setoran juga, sekolah yg dianggap favorit wajib harus setor lebih besar agar bisa bertahan dan diangkat jadi kepsek.
Wah, kemana ya para penerus negeri ini yang konon katanya punya rasa peduli sama kemajuan negeri sendiri, kok para penjilat hidup dengan makmur, apa kita akan dianggap gila kalau jadi orang waras sendirian di tengah orang gila ????
Semoga jadi bahan pemikiran bersama, agar bangsa yg besar ini tidak ambruk oleh perbuatan kita semua.
Salam merdeka...
0 komentar:
Poskan Komentar